Pelnap Ketapang : #kerlapkerlip 121: Lot yang salah ambil keputusan

Selasa, 17 Januari 2017

#kerlapkerlip 121: Lot yang salah ambil keputusan


Lot adalah keponakan Abram, yang di ajak oleh Abram ketika di panggil oleh Tuhan untuk meninggalkan negerinya, sanak saudara dan  rumahnya di Ur-Kasdim.

Lot dan Abram menetap ditanah Kanaan diantara Betel dan AI. Abram dan Lot mempunyai banyak domba dan gembala untuk menjaga kawanan domba mereka, sehingga tanah itu tidak cukup luas untuk mereka berdua.

Karena itulah sering terjadi pertengkaran antara gembala Abram dan gembala Lot. Suatu hari berkatalah  Abram kepada Lot “Jangan kiranya terjadi perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Baiklah pisahkan dirimu dari padaku, jika engkau ke kiri aku ke kanan, jika engkau ke kanan aku ke kiri.”


Lalu lot melihat-lihat bahwa lembah Yordan banyak air dan subur tanahnya. Karena itu ia memilihnya, dan mulailah ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. Abram menetap di Kanaan , tetapi Lot menetap di kota-kota lembah Yordan di dekat Sodom.

Ketika Lot memilih daerah Yordan yang subur, Lot hanya mementingkan daerah yang subur untuk domba-dombanya. Lot tidak memperhatikan kota Sodom yang orang-orangnya sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Suatu ketika Tuhan hendak memusnahkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan mengirim dua orang malaikatNya untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya.


Malaikat Tuhan itu menuntun Lot , istri dan kedua anaknya keluar kota dan berkata kepada Lot, “Larilah selamatkan nyawamu, jangan menoleh kebelakang, janganlah berhenti dimanapun juga di lembah Yordan supaya engkau jangan mati.”  Maka larilah Lot dan  keluarganya , tetapi istri Lot tidak menurut setelah agak jauh dari Sodom dia menoleh kebelakang, pada saat itulah istri Lot menjadi tiang garam.

Lot kehilangan istri dan harta bendanya akibat salah memilih, karena Lot mementingkan diri sendiri ketika memilih Lembah Yordan yang subur dan banyak airnya. Lot tidak memikirkan disana terdapat kota Sodom dan Gomora. Pilihan seringkali menentukan masa depan kita. Yosua pernah berseru kepada seluruh bangsa Israel untuk memilih.

 Yos 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori   yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku,   kami akan beribadah kepada TUHAN”.

 Apakah yang kita lakukan terhadap pilihan tersebut ? Apakah kita sudah memilih yang benar? Sudahkah kita memilih Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat kita? (DM)