Pelnap Ketapang : #kerlapKerlip 120 : Keluarga yang Bahagia

Rabu, 16 November 2016

#kerlapKerlip 120 : Keluarga yang Bahagia

Sebagai seorang guru dan seorang geologi, Pak Pang juga mengharapkan sebuah keluarga yang bahagia. Di mana ada surga kecil yang memberikan kekuatan serta dukungan kepadanya di dalam suka dan duka. Di rumahnya yang kecil di kompek PdanK  Cibulu - Bogor. Dimana ada rumah yang berhiaskan cat biru muda dengan suasana yang nyaman dan tentram sehingga  membuat mata dan hati orang yang melihat dan merasakan menjadi teduh.

Di dalam rumah yang sederhana yang kecil dan bersih, disinilah pak Pang tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Ibu Pang merupakan sapaan bagi istri Pak Pang  yang sabar dan penuh dengan kelembutan. Ibu Pang merupakan orang yang lembut dan sabar untuk mengajarkan tentang sikap dan teladan yang baik kepada anak anaknya.




Ibu Pang memiliki sikap yang hampir sama dengan Pak Pang, Ia memberikan nasehat kepada anak anak agar selalu berhati hati dalam bertindak agar tidak menyinggung dan menyakiti hati orang lain. karena apa yang kita lakukan tidak akan mudah dilupakan oleh orang lain.

Ibu Pang tidak pernah mengeluh bahkan mendukung hobby suaminya yang selalu mengajak anak anak kumpul di rumahnya. Dari anak anak  yang sopan dan baik baik sampai anak anak yang  tidak bisa diatur untuk diajar dan diajak untuk bermain bersama sehingga karakter anak tersebut dapat terbentuk dengan baik dan benar.

Ibu Pang merupakan orang yang tepat untuk Pak Pang, bagaikan belahan jiwa bagi Pak Pang. Dia tetap bersama Pak Pang dan selalu disisinya di kala suka dan duka.

Menurut cerita dari Ibu Pang, mereka bertemu pertama kali di kampus UI sewaktu kuliah. Sehingga pada Tahun 1959, mereka menikah sehingga Ibu Pang tidak mendapatkan gelar sarjana melainkan gelar sebagai ibu rumah tangga.

Setelah menikah dengan Pak Pang, Ibu Pang memiliki pertimbangan untuk tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar rumah. Menurutnya jika dia mengejar karir sehingga mereka sama sama capek untuk mencari nafka, membuat rumah tangga mereka kurang harmonis.

Dari keharmonisan mereka, lahirlah empat orang putra dan putri yang lucu dan kuat. karena menurut Pak Pang keharmonisan dalam perkawinan merupakan hal yang terpenting. Karena perkawinan bukanlah menuju kebahagiaan pribadi saja, tetapi kebahagaiaan bersama. Bukan hanya mementingkan pendapat masing masing tetapi menghargai satu dengan yang lainnya.

Menurut Pak Pang, sebagai guru bukan hanya mengajarkan tentang ilmu pasti saja, tetapi juga mengajarkan hal terpenting dalam kehidupan dan menghormati sesama manusia serta sikap yang benar, Terutama sikap seorang laki laki kepada seorang perempuan maupun sebaliknya .

Karena menurut Pak Pang, perempuan adalah makhluk yang Tuhan diciptakan dengan sangat kuat. Tuhan membuat perempuan dari tulang rusuk laki laki tujuannya agar perempuan menolong laki laki. sehingga kita sebagai laki laki pun harus  menghormati, menghargai dan membantu perempuan.

Begitu pula dengan perempuan, diambil dari tulang rusuk laki laki untuk menopang, membantu dan menghargai laki laki. Pak Pang pun mengambil contoh istri dan ibunya yang selalu memberikan arahan, nasehat, doanya serta membantu dirinya dikala susah dan memiliki banyak masalah.

Seperti yang dikatakan oleh Dale S Hadley

" Wanita diciptakan  dari tulang rusuk laki laki  bukan berasal dari kepala agar menjadi  di atas laki laki, tidak pula di kaki agar tidak bisa diinjak injak.
dekat dengan lengan laki laki agar dilindungi dan lekat pada hatinya agar terus dicintai."

Setelah pak Pak menikah dengan istrinya hingga saat ini, mereka tidak memiliki kendaraan. Mereka hanya mengunakan kaki mereka dan kendaraan umum untuk menuju suatu tempat. Menurut Ibu Pang, kekayaan itu berkat dan tidak pernah membawa manusia kepada kehangatan, kesejahteraan, kebahagian, damai yang mereka idamkan.

Kita memang memerlukan uang, tetapi yang lebih penting uang yang kita dapat bisa menyambung menjadi berkat bagi orang lain. sehingga kita kaya akan kehangatan dari orang orang disekitar kita.

Keluarga Pak Pang adalah keluarga yang berlandaskan hidupnya atas kitab suci. Sehingga mereka mengajarakan untuk selalu belajar apa yang telah diajarkan oleh kitab suci dan orang tua mereka.

Sebagai guru, Sebagai pimpinan, sebagai orang tua, dan sebagai sejarahwan, Pak Pang ingin sekali menunjukan, mencatat dan menanamkan sikap rendah hati kepada semua anak anak yang diajarkan dan lingkungan dimana dia berada. Keinginan ini ditanamkan dalam hatinya bukan untuk dihormati, dihargai, atau apapun tetapi dapat diakui dan dicatat oleh Tuhan sebagai hamba yang baik dan benar di mata-NYA.

Pak Pang merupakan salah satu guru yang berjasa dalam bidang pendidikan. mereka rajin untuk membawa anak anak untuk melihat dunia dan mendidik dengan hati yang percaya bawa mereka adalah penerus bangasa. Pak Pang percaya apapun peran kita di dunia ini dan seberapa banyak peran kita,  Kita punya tujuan yaitu menjadi berkat dan meneruskan pejuangan untuk merebut kedaulatan yang hakiki dalam bidang pendidikan dan budaya.



---END--