Pelnap Ketapang : #kerlapKerlip 117 : Gerejaku Bukan Tempat ‘Berdagang”

Kamis, 10 Desember 2015

#kerlapKerlip 117 : Gerejaku Bukan Tempat ‘Berdagang”

Haleluya....

Adik-adik, kita akan belajar sesuatu. Siap bukan?
Di Injil Yohanes 2: 13-17, pada suatu hari Tuhan Yesus datang ke rumah ibadah atau gereja.
Siapa diantara kalian yang suka ke gereja ? Ke gereja ngapain ya?

Benar, di gereja kita memuji Tuhan, berdoa, dengarkan Firman Tuhan. Hal ini juga sama seperti yang Tuhan Yesus inginkan.  Dia ingin memuji Tuhan, ingin berdoa atau berbicara kepada BapaNya yang di Surga. Tetapi kalian baca disitu, apa yang Tuhan lihat?

Ternyata di gereja banyak orang yang berdagang dan menukarkan uang, bukan untuk ibadah, memuji Tuhan atau menyenangkan hati Tuhan. Mereka datang untuk cari uang, untuk membuat mereka senang  karena memperoleh uang banyak. Boleh gak ya?



Nah ini sama saja dengan kalian lho. Kalau adik-adik ke gereja hanya untuk bertemu teman-teman,
untuk bermain. Itu sama saja dengan orang-orang yang berjualan di rumah Tuhan. Nah siapa yang suka begitu?

Kira-kira apa yang Tuhan Yesus lakukan ketika melihat rumah Tuhan seperti itu ? Coba baca Yohanes 2: 15-16, Tuhan Yesus membuat cambuk dan mengusir mereka, uang penukar penukar dilempar ke tanah, meja meja dibalikkanNya.


Teman teman di sekolah minggu
saat Puji Pujian
Mengapa Tuhan Yesus lakukan itu? Apakah Tuhan senang? Ternyata tidak. Tuhan marah dan mengusir semua orang yang berdagang di gereja. Tuhan Yesus bilang: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu  membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Tuhan tidak ingin kalian ke gereja dengan  tujuan utama untuk bermain dan bertemu teman. Di Mazmur 69: 10: "Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku" mempunyai arti bahwa Tuhan ingin manusia  menyembah dengan sungguh sungguh didalam roh dan kebenaran. Ke gereja jangan hanya dijadikan kebiasaan, sebagai takhyul, mengidolakan seseorang. Jangan seperti kebiasaan buruk yang dilakukan para ahli Taurat dan orang Farisi (Gill’s Commentary).

Kalau kalian sayang mama dan papa, kalian pasti menghormati Papa dan mama bukan? Apalagi
terhadap Tuhan. Kalau kalian sayang Tuhan, kalian pasti sayang dengan sungguh-sungguh. Kalian akan mempunyai sikap hormat saat berbicara (berdoa) kepada Tuhan. Ada waktunya bermain, ada waktunya memperhatikan Firman Tuhan dengan fokus. (SL)

 

Kegiatan Sekolah Minggu Pelnap GPdI Ketapang

Ayat Hafalan terbaik
Keshia - Kelas 6  tahun 2015