Selasa, 06 Maret 2018

Hari ketiga: kelihatan yang kering dan tumbuh-tumbuhan di bumi - Skematologi Minggu Penciptaan

Puji Tuhan, kita lanjut pada hari yang ke tiga. Dalam kejadian 1: 9 - 10 dikatakan demikan “ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik”. Ada hal yang Tuhan lakukan selanjutnya setelah Tuhan menciptakan terang dan cakrawala yaitu mengumpulkan air di suatu tempat sehingga ada kelihatan tempat yang kering. Sehingga yang kering dinamakan darat dan yang tempat berkumpulnya air dinamakan laut. Maka setelah ada daratan dan lautan, maka dalam kejadian 1: 11- 13 dikatakan  bahwa “Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.” .


Haleluya, dengan kejadian 1: 11-13 menjelaskan bahwa daratan yang kering itu Tuhan isi dengan berbagai macam tumbuhan di dataran tersebut. Sehingga darat itu dipenuhi dengan berbagai macam pohon yang berbiji dan yang menghasilkan buah. Maka Tuhan merasa senang karena semua yang diciptakan adalah baik.

Coba perhatikan dengan jelas, Hal ini sama dengan kehidupan manusia yang percaya kepada Tuhan. Dimana setelah manusia yang percaya kepada Tuhan serta  memiliki pengalaman Pribadi dengan Tuhan, maka ada hal yang manusia harus kerjakan yaitu memperhatikan segala perintah Tuhan/ Firman Tuhan. Manusia yang percaya kepada Tuhan harus memperhatikan apa yang Tuhan katakan, Sehingga manusia yang telah mengenal Tuhan dan diselamatkan tahu dan menjalankan apa yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga ada perbedaan yang mendasar atas  kelakuan serta sifat manusia yang percaya dan manusia yang tidak mau mengenal Tuhan.

Lalu perhatikan dalam kejadian 1: 9 dengan tegas dikata bahwa “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Hal ini memperlihatkan kita bagaimana Tuhan benar benar mengekslusifkan manusia yang percaya kepadanya agar keluar dari kumpulan orang orang yang tidak mau mengenal Tuhan. Kata “ekskulsif” bukan berarti keluar atau memisahkan diri untuk bermegah diri, tetapi keluar untuk belajar dan akan kembali untuk diutus kembali ke tempat asalnya. Sedangankan lawan dari “ekslusif” adalah “ inklusif “ yang memiliki termasuk bilangan/ memiliki kebanggaan untuk memisahkan diri.   



Dalam hal ini coba kita bandingan dengan beberapa hamba Tuhan yang Tuhan pakai dalam perjanjian lama, antara lain :

  • Abraham : Dalam Kejadian 12 : 1-4 dikatakan bahwa “ Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”

Dari sini kita melihat apa yang Tuhan perintahkan kepada Abraham, keluar dari lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sehingga apa Tuhan ajarkan kepada  Abraham dan keluarga untuk percaya dan menuruti segala perintah Tuhan dapat diterima baik oleh mereka,  sehingga dalam kelompok itu terbangun yang namanya saling menguatkan, saling menopang, dan saling mengerti satu dengan lainnya.   

  • Musa : dalam keluaran 2: 15 dikatakan “ Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.”.

Kita melihat bagaimana cara Tuhan memisahkan orang orang yang sayang kepada Tuhan dan mengeluarkan manusia yang percaya kepada Tuhan keluar kelompok / lingkungan yang tidak baik. Bahkan jika kita baca dalam keluaran 3,  bagaimana Musa dididik untuk belajar secara pribadi tentang terang yang sesungguhnya dan segala Firman Tuhan. Sampai musa siap untuk menjalankan tugas yang Tuhan berikan kepadanya.

  • Orang Israel : dalam Keluaran 12: 41 dikatakan ”Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.”  

Hal ini pun di pertegas oleh  kehadiran bangsa Israel yang Tuhan kemerdekaan untuk keluar dari penjajahan bangsa Mesir. Agar orang Israel dapat mengenal Firman Tuhan dan  belajar segala ketetapan Tuhan serta menjalankan apa yang Tuhan Yesus kehendaki dalam hidup mereka. Bahkan hal ini dapat  dilihat dalam  kitab Pentateukh yang Tuhan ajarkan tentang siapa Tuhan dan Siapa Firman Tuhan yang menuntun mereka dalam perjalan orang Israel ke negeri Kanaan.

Lalu perhatikan dalam ayat 10 ada 1 kalimat yang cukup menarik yaitu “ Allah melihat bahwa semuanya itu baik”. Coba perhatikan dalam hari penciptaan pertama dan kedua, apakah ada yang menyatakan bahwa Tuhan mengatakan seperti kalimat pujian / pernyataan Allah pada ayat 10 ?

Coba bandingkan dengan Mazmur 25:8 di katakan demikian “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.” . Ini dipertegas dalam Mazmur 25:9 yang dikatakan demikian ”Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.”. Haleluya, kita melihat dan belajar bagaimana keinginan Tuhan agar manusia dapat mencapai pijakan awal dari pengenalan akan Firman Tuhan.  Ini merupakan satu tahapan dasar dalam hidup orang percaya, di mana ketika orang yang sudah diselamatkan mulai mengenal akan Pribadi Tuhan Yesus Kristus dan mengenal segala ketetapnNYA. Maka manusia yang sudah percaya dan mengenal segala Firman Tuhan  itu harus dipisahkan oleh dunia ini agar dapat bersekutu dengan Tuhan untuk  belajar lebih mendalam segala jalan / ketetapan Tuhan lewat persekutuan jemaat Tuhan. Sehingga manusia yang percaya kepada Tuhan bukan hanya mengenal tetapi memahami segala apa yang Tuhan Yesus Kristus inginkan dan kerjakan dalam kehidupan anak anak Tuhan.

Bahkan kita lihat dalam Perjanjian Baru, orang yang bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus, mereka bersekutu dan bertekun dalam pengajaran rasul rasul. Hal ini dipertegas dalam Kisah Para Rasul 2 : 41 - 42 dikatakan demikian “ Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”. Maka kita belajar bahwa manusia yang percaya kepada Tuhan tidak hanya selesai dengan di selamatkan Tuhan Yesus Kristus.

Tetapi bagi manusia yang percaya kepada Tuhan yang masih diberikan hidup harus mengerjakan  keselamatan yang Tuhan Yesus berikan kepada manusia yang percaya kepadaNya.  Bahkan hal ini dipertegas dalam Filipi 2 : 12  dikatakan demikian “ Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,”

Haleluya,kemudian pada hari yang sama Tuhan pun menciptakan tumbuh tumbuhan. Hal ini dapat kita lihat dalam kejadian 1: 11-13 yang menjelaskan bahwa “ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis  pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis  tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.Jadilah petang dan jadilah pagi,  itulah hari ketiga”. Kita coba perhatikan ayat 12, dijelaskan bahwa dari tanah yang kering, maka Tuhan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang dapat menghasilkan buah.  

Coba kita bandingkan dengan 1 Kor 3: 1-9, dan perhatikan ayat 6-7 dengan seksama  dikatakan demikian “Aku (Paulus)  menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.”.  Bahwa seharusnya dampak dari pemisahan yang Tuhan lakukan atas manusia yang percaya kepadanya dari dunia ini untuk  persekutuan dengan Tuhan dalam persekutuan orang percaya menghasilkan yang nama sebuah pertumbuhan yang terlihat dalam kuantitas dan kualitas manusia yang percaya. Di mana dalam persekutuan manusia yang percaya dengan Tuhan serta sesama untuk memahami segala ketetapan serta kehendak Tuhan yang benar pasti memiliki iman, sikap, pemikiran dan hati yang bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan. Hal ini di pertegas dalam Filipi 2:5 dikatakan demikian “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”.

Karena dalam persekutuan dengan orang percaya yang rindu untuk memuji Tuhan dan bahkan mengenal serta memahami segala Firman Tuhan pasti Tuhan Yesus Kristus hadir. Hal ini di tekankan Tuhan Yesus sendiri dalam Matius 18: 20 dikatakan demikian “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka“. Maka cocok  apa yang dikatakan Paulus dalam 1 Kor 3: 6-7, bahwa bukan pendeta atau hamba Tuhan, atau organisasi gereja yang dapat membuat kita bertumbuh  melainkan Firman Tuhan yang benar dan sehat (yang berasal dari Tuhan Yesus Kristus/ Alkitab) yang memberikan pertumbuhan yang sehat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Sehingga dari pertumbuhan tersebut, manusia yang percaya kepada Tuhan dapat  menghasilkan buah buah roh yang berlipat ganda. Hal ini di pertegas dalam Markus 4:8 dikatakan demikian “ Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat. dan Galatia 5: 22-23 dikatakan demikian “ Tetapi buah Roh  ialah: kasih,  sukacita, damai sejahtera,  kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri.  Tidak ada hukum  yang menentang hal-hal itu.”. Haleluya, inilah dasar dasar yang harus dialami oleh orang yang percaya kepada Tuhan, Sehingga buah yang dihasilkan ini menjadi sifat dasar manusia manusia yang percaya kepada Tuhan dan bertumbuh dalam persekutuan dengan Tuhan dan orang percaya.  

Tetapi perhatikan dalam 1 Korintus 3: 1-5, menjelaskan ternyata ketika dalam sebuah persekutuan orang orang percaya, dimana terjadi sebuah kelompok kelompok yang dalam tubuh Kristus / persekutuan orang orang percaya.  Sehingga banyak  orang yang berbicara tentang kebenaran Firman Tuhan melainkan asal golongan dan dari kelompok siapa. Hal ini mendapatkan teguran yang keras Paulus yang ditulis dalam 1 korintus 3: 4-5 dikatakan demikian “ Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos, " bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.”.  Sehingga kata “eksklusif” yang seharusnya menjadi pemisah antara manusia yang percaya dengan manusia yang tidak percaya, mulai mempengaruhi manusia yang percaya kepada Tuhan untuk membuat “inklusif” / mengintimewakan diri di bandingkan dengan saudara saudaranya yang seiman.

Hal ini sangat di tentang oleh Paulus sehingga dalam 1 Korintus 3: 2-3 dengan tegas menyatakan bahwa Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya.” dan coba bandingkan dengan Ibrani 5: 12-13 dikatakan demikian “ Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.”

Haleluya, setelah melihat pernyataan Paulus diatas, secara tegas sebagai manusia yang percaya kepada Tuhan memiliki ukuran yang jelas dalam soal kerohanian. Jika kita melihat dalam skema ini terjadi  pembagian / tahapan  yang jelas, sehingga kita dapat mengetahui dimana tingkatan / susunan / “level” kerohanian  manusia yang percaya kepada Tuhan dalam pengiringan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bahkan dipertegas oleh Paulus bahwa  dalam manusia yang percaya kepada Tuhan yang masih belajar pada tingkatan ini ( mengenal terang, Mengenal Firman Tuhan, Belajar untuk bersekutu dan berbuah) merupakan tingkat anak anak rohani yang masih belajar akan asas asas pokok dari pernyataan Allah. Hal ini juga di tegaskan dalam 1 Yohanes 2: 12,14a dikatakan demikian ayat 12 dikatakan demikian “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak,  sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya dan ayat 14a demikian ” Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak,  karena kamu mengenal Bapa “.  Sehingga  manusia yang percaya tidak hanya puas kepada tingkatan yang telah dia capai sekarang, mereka harus dapat meningkatkan terus pengertian yang telah kita sampai kepada kepenuhannya.

Hal ini dipertegas dalam Filipi 3:16 dikatakan demikian “ Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.”. Haleluya, inilah keputusan / jalan / persekutuan yang telah kita tempuh untuk dapat bertumbuh dan terus dapat mengerti akan kebenaran yang sejati. Yaitu kebenaran yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Maka pada ayat ke 13 di katakan “ Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.”, Hal ini mempertegas hal yang kita pelajari sebelumnya bahwa ketika naik kepada tingkatan selanjutnya. Maka tingkatan awal kita tidak akan pudar atau hilang, melainkan lebih kuat dan lebih dalam dibandingkan pada tingkat sebelumnya. Hal ini pun dapat kita bandingkan dengan kitab Wahyu 2 : 4 dikatakan demikian “ Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu  yang semula.”, dalam kitab Wahyu 2 ini menjelaskan bagaimana hidup jemaat Efesus yang sudah mencapai suatu tingkat/ pengertian akan Firman Tuhan yang lebih tinggi. Tetapi  dalam ayat ke 4 ini dijelaskan bahwa Tuhan Yesus menegur jemaat  Efesus karena mereka meninggalkan dasar dari Injil yaitu kasih.

Maka dengan sangat jelas manusia yang percaya kepada Tuhan, harus mengerti dan terus menerus diingatkan kembali serta  bertumbuh dalam pengertian kepada Firman Tuhan. Seperti yang tertulis dalam Amsal 3: 3 yang menjelaskan bahwa “ Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,“

Puji Tuhan, inilah yang Tuhan gambarkan /  skema Tuhan pada  orang Israel yang sejak kecil harus menghafalkan seluruh hukum Taurat. Bagaimana mereka harus terus mengingat dan membicarakan terus menerus segala ketetapan Firman Tuhan. Tetapi pada saat ini, manusia percaya harus terus mengingat dan menyampaikan serta menceritakan bagaimana Kasih Tuhan Yesus Kristus yang adalah terang bagi umat manusia  telah menyelamatkan hidup manusia yang percaya dari hidup yang sia sia dan hukuman yang kekal.


 Renungan Harian Remaja GPdI

minta softcopy " Skematologi Minggu Penciptaan " keseluruhan : di sini
Tanggapan : samuelliputra@gmail.com